Kamis, 10 September 2015

Cara budidaya Mogot / larva lalat untuk pakan lele

1. Karakteristik Maggot (larva lalat)
Maggot alias belatung sebenarnya larva lalat Hermetia illucens. Namun, jangan dibayangkan rupa hermetia dewasa itu seperti lalat rumah Musca domestica atau lalat hijau Lucia soricata. Lalat hermetia berwarna hitam pekat sehingga dijuluki black soldier. Sosoknya mimikri – menyerupai bentuk – tabuhan Trypoxylon politum, sebangsa lebah. Hermetia dijumpai hidup di sela-sela tanaman penutup tanah wedelia Wedelia trilobata yang gampang ditemui di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Belatung Saat menetas, larva instar pertama kira-kira 2 mm, panjang tumbuh sebelum shedding kulit sekitar 5 mm. Larva instar kedua tumbuh menjadi sekitar 10 mm sebelum mereka melepaskan kulit mereka menjadi larva instar ketiga. Larva instar ketiga tumbuh antara 15 mm dan 20 mm sebelum berkelana sebagai pra-kepompong. Dari uraian diatas, maka dipastikan bahwa kita harus membuat “lingkungan” sendiri yang merupakan hunian “nyaman” untuk maggot tersebut. Dapat di visualisasi dengan gambar tahapan pembuatan maggot sebagai berikut:
tutorial budidaya maggot Res
Maggot (larva lalat) adalah mesin makan yang luar biasa. Ujung-ujung depan mereka dipersenjatai dengan mulut kait yang digunakan untuk mengoyak daging/sosis. Ujung belakang mereka terdiri dari sebuah kamar, di mana anus mereka dan posterior terletak pada spiracles. (Mereka juga memiliki spiracles anterior). Spiracles digunakan untuk bernapas, dan kepemilikan spiracles di lokasi posterior membuat belatung dapat makan 24 jam sehari.
Antara kepala dan ekor blatung terdapat otot, tersegmentasi tubuh, usus sederhana dan sepasang kelenjar ludah yang sangat besar. Mereka menggeliat dengan mudah melalui media sosis, mensekresi enzim pencernaan dan menyebarkan bakteri pembusuk yang membantu menciptakan lingkungan tebal. Siklus hidup Lalat Black Soldier diilustrasikan dengan gambar berikut:
08CGBUGS.indd
2. Kandungan Gizi Maggot
Maggot kaya nutrisi, kandungan protein maggot mencapai 40%. Kadar ini lebih tinggi ketimbang nilai protein pelet buatan, sekitar 20 – 25% .Protein penting bagi kelangsungan hidup ikan, terutama untuk pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Mari kita lihat asam amino yang dikandung oleh maggot melalui Analisa Proksimat yang memang dibutuhkan oleh ikan.
Methionine 0.83 gram/100 gram protein
l-ys’ne 2.21 gram/100 gram protein
Isoleudne 1.51 gram/100 gram protein
Hlstidlne 0.96 gram/100 gram protein
Leucme 2.61 gram/100 gram protein
Phenylalanie 1.49 gram/100 gram protein
valine 1.77 gram/100 gram protein
l-AI’8’mne 1.77 gram/100 gram protein
Threonine 1 .41 gram/100 gram protein
Tryptophan 0.59 gram/100 gram protein
Maggot yang “dewasa” mendekati perubahan bentuk kepompong, dapat dilihat di video ini: https://www.youtube.com/watch?v=vogNAg0f6F8.
20150415_084250
Hasil uji maggot sebagai pakan memakai ikan hias langka asal perairan di Jambi dan Kalimantan Barat, balashark Balantiochelius melanopterus berbobot 1 – 2 g/ekor memuaskan. Asupan 70% pelet udang dan 30% maggot sebagai pakan selama 12 pekan membuat ikan balashark tumbuh 3 kali lebih besar daripada kontrol yang diberi 100% pelet udang. Tingkat kelulusan hidup alias survival rate balashark naik 2 kali lipat menjadi 90% dari sebelumnya 65% pada fase pembesaran.
Begitu pula daya tahan ikan yang masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) terhadap penyakit itu terdongkrak berlipat ganda. Indikasi ini tergambar jelas dari peningkatan jumlah sel darah putih dari 2-juta sel/mm3 menjadi di atas 3-juta sel/mm3. Di tubuh, sel darah putih adalah pasukan tempur penggempur penyakit. Sel darah merah yang bertugas menyebarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh pun melambung sampai 4.500 sel/mm3 dari sebelumnya 2.800 sel/mm3. Efeknya sari-sari makanan lebih cepat diserap tubuh menjadi energi.
Di luar maggot yang berbasis protein hewani, kiambang Lemna minor juga potensial menjadi pakan lele. Kadar proteinnya setara maggot, 43%. Itu yang terungkap dari penelitian pascasarjana R Zaenal Arifin di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB). Menurut Zaenal kiambang yang dibuat tepung dapat menggantikan tepung ikan hingga 45%. Salah satu mesin pelumat/penggiling sosis adalah sebagai berikut:
20150331_095120
Kecepatan gilingan sangat ditentukan oleh besar lubang pada screen (tapis) di depannya, besarnya ukuran tidak begitu penting apabila, anda berniat untuk membudidayakan maggot dari sosis kadaluarsa terlebih dahulu.
20150401_114804
3. Campuran Tepung ikan dan Kiambang
Percobaan pelet yang dibuat dari campuran 55% tepung ikan dan 45% kiambang memacu pertumbuhan lele sangkuriang hingga 2,91% bobot tubuh per hari. Jika digunakan dalam budidaya lele pada kolam seluas 1.000 m2 dengan padat tebar 200 ekor/m2, pemakaian pelet ini dapat menekan biaya pakan sampai Rp400.000/siklus budidaya.
Jumlah itu terbilang kecil, sekitar 8% dari total biaya pakan. Namun, sejatinya penggunaan kiambang sebagai pengganti pelet bisa dioptimalkan jika difermentasi dulu. ‘Kiambang segar masih kaya serat, sehingga sulit dicerna ikan karnivor seperti lele,’ ujar Dr Gede Suantika, peneliti akuakultur SITH ITB. Fermentasi bertujuan menurunkan kadar oligosakarida dan menghilangkan Anti Nutrition Factor (ANF)-nutrisi yang sulit dicerna dan menghambat pertumbuhan ikan. (Mengapa, baiknya harus di fermentasikan lebih dahulu).

sumber : pakanalternatiflele.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda menjadikan kita maju bersama. Terimakasih